balanced tackle
thumbnail

Posted by balancedtackle on 9/11/2013


tata cara dan piranti mancing

A. TUJUAN
Ketentuan tentang peralatan dan cara mancing ini diterbitkan dengan tujuan untuk mendorong pelaksanaan kegiatan mancing yang etis dan sportif, mewujudkan suatu ketentuan yang seragam dalam menentukan rekor ikan pancingan, serta sebagai pedoman dasar untuk pelaksanaan suatu turnamen mancing dan kegiatan-kegiatan mancing lainnya.


B. PENGERTIAN

Yang dimaksud dengan “ Mancing ” adalah perbuatan menangkap atau coba menangkap ikan dengan menggunakan peralatan utama berupa Joran atau Rod, Penggulung atau Reel dan Kail atau Hook seperti yang diatur dalam ketentuan ini.

Suatu rekor pancingan hanya akan diakui apabila peralatan dan cara mancing yang dipakai tidak menyimpang dari ketentuan yang ada, serta telah mengikuti semua prosedur yang ditetapkan untuk keperluan Pengajuan Klaim Rekor. FORMASI akan mencatat setiap rekor yang tercipta di wilayah Indonesia, baik untuk jenis ikan air tawar maupun jenis ikan air laut sebagai Rekor Nusantara dan akan memberikan pengarahan serta bimbingan kepada anggotanya agar dapat mencapai prestasi untuk kriteria pemecahan suatu Rekor Dunia yang dicatat oleh International Game Fish Association (IGFA).

Harus diakui bahwa tidak semua aspek dalam mancing yang bisa diatur disini, misalnya kondisi yang berbeda dari seekor ikan sewaktu terpancing, akan menyebabkan faktor kesulitan mancing yang berbeda pula, dan hal semacam itu sulit atau tidak bisa tergambarkan dari suatu pencapaian rekor.

Ikan yang terpancing tanpa perlawanan atau tidak mempunyai kesempatan untuk melawan sebenarnya tidak bernilai apa-apa bagi seorang pemancing. Jadi hanya pemancing sendirilah yang dapat mengetahui dengan tepat berapa besar nilai prestasi suatu perolehan rekor mancing.

Mancing tanpa menggunakan joran dan penggulung (Hand Lining) masih secara luas dilakukan di tanah air kita dengan cara dan peralatan yang berbeda-beda sesuai dengan tradisi setempat. 
Mengingat bahwa mancing secara tradisional tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disusun, maka FORMASI bermaksud membuat ketentuan tersendiri agar bisa dilaksanakan pencatatan rekornya.

Demikian juga halnya dengan mancing air tawar di kolam-kolam pemancingan yang meskipun cara mancingnya sudah menggunakan joran dan penggulung, namun tidak memenuhi ketentuan bagi klaim rekor baik pada tingkat Internasional maupun Rekor Nusantara sehingga perlu dibuatkan ketentuan tersendiri agar para pemancingnya dapat berkompetisi secara sehat dan tidak menyalahi perundangan yang berlaku.
  

C. KETENTUAN TENTANG PERALATAN MANCING

a. Kenur monofilamen, Multifilamen, serta multi-core filament dibenarkan untuk digunakan sebagai Kenur utama.
b. Ukuran kenur yang diijinkan terbagi menjadi 11 kelas yaitu:
1.        Kelas Kenur         1 Kg   =          2 lbs
2.        Kelas Kenur         2 Kg   =          4 lbs
3.        Kelas Kenur         3 Kg   =          6 lbs
4.        Kelas Kenur         4 Kg    =          8 lbs
5.        Kelas Kenur         6 Kg   =        13 lbs
6.        Kelas Kenur         8 Kg   =        16 lbs
7.        Kelas Kenur       10 Kg   =        20 lbs
8.        Kelas Kenur       15 Kg   =        30 lbs
9.        Kelas Kenur       24 Kg   =        50 lbs
10.     Kelas Kenur       37 Kg    =        80 lbs
11.     Kelas Kenur       60 Kg   =      130 lbs
c. Dilarang menggunakan kawat atau kabel logam sebagai kenur utama


2. PENGGANJAL KENUR (Line Backing)

a. Ganjal yang tidak disambungkan langsung ke kenur utama diizinkan pemakaiannya tanpa pembatasan ukuran maupun bahannya.
b. Bila pengganjal menggunakan kenur yang kemudian disambungkan dengan kenur utama, maka klasifikasi hasil pancingan ditentukan berdasarkan kenur yang mempunyai kelas kenur yang paling besar, ukurannya tidak boleh melebihi dari kelas 60 kg (130Lbs), serta harus dari jenis kenur yang diperbolehkan dalam ketentuan ini. 


3. TALI GANDA (Double Line)

Penggunaan tali ganda tidak diharuskan, namun apabila digunakan harus memenuhi persyaratan berikut :
a. Tali ganda hanya diizinkan dibuat langsung dari tali utama yang digunakan untuk mancing. 
b. Panjang tali ganda diukur mulai dari awal simpul (knot), anyaman (braid), pilinan (splice) yang membuat tali ganda tersebut hingga keujung peralatan yang disambungkan dengan tali ganda tersebut, baik berupa simpul sambungan (knot), peniti (snap), kili-kili (swivel) atau alat lain yang berfungsi untuk menghubungkan tali ganda dengan tali pandu, umpan tiruan (lure), atau kail (hook). 

c. Ukuran tali ganda untuk mancing di laut : 
  • Untuk kelas Kenur maksimal 10 kg (20 lbs) kebawah, panjang tali ganda maksimum 4,57 meter (15 feet). Panjang keseluruhan untuk kombinasi tali ganda dan tali pandu (leader) tidak boleh lebih dari 6,10 meter (20 feet). Gambar 1
  • Untuk kelas Kenur di atas 10 kg, panjang tali ganda dibatasi maksimum 9,14 meter (30 feet). Panjang keseluruhan untuk kombinasi tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 12,19 meter (40 feet). Gambar 2
d. Panjang tali ganda untuk mancing di air tawar : Gambar 3
  • Panjang maksimum 1,82 meter (6 feet) tanpa membedakan kelas kenur. 
  • Panjang keseluruhan untuk kombinasi tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 3,04 meter (10 feet).
Gambar 1



Gambar 2


 Gambar 3


Penggunaan tali pandu tidak diharuskan, namun apabila digunakan harus memenuhi persyaratan berikut :
a. Ukuran panjang tali pandu adalah panjang keseluruhan tali pandu itu sendiri, ditambah dengan panjang peralatan lain yang tersambung langsung ke tali pandu tersebut, misalnya rangkaian pancing, umpan tiruan, dan sebagainya.
b. Tali pandu harus tersambung dengan kenur utama atau tali ganda melalui simpul sambungan (knot), peniti (snap), kili-kili (swivel), atau dengan alat lain yang memang berfungsi untuk keperluan tersebut.
c. Alat berbentuk apapun yang dapat membantu mempermudah memegang tali pandu (holding device) tidak boleh dipasang di tali pandu.
d. Tidak diadakan pembatasan mengenai bahan dan kekuatan tali pandu.
e. Ukuran tali pandu untuk mancing di laut :
  • Untuk kelas Kenur maksimal 10 kg (20 lbs) kebawah, panjang leader maksimum 4,57 meter (15 feet). Panjang keseluruhan untuk kombinasi tali ganda dan tali pandu (leader) tidak boleh lebih dari 6,10 meter (20 feet). Gambar 1
  • Untuk kelas kenur diatas 10 kg, panjang tali pandu dibatasi maksimum hingga 9,14 meter (30 feet). Panjang keseluruhan untuk kombinasi tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 12,19 meter (40 feet). Gambar 2
f. Panjang tali pandu untuk mancing di air tawar : Gambar 3
  • Panjang maksimum 1,82 meter (6 feet) tanpa membedakan kelas kenur. 
  • Panjang keseluruhan untuk kombinasi tali ganda dan tali pandu tidak boleh lebih dari 3,04 meter (10 feet).

Gambar  4

a. Joran harus sesuai dan serasi dengan tujuan, etika, serta kelaziman mancing. Berbagai bentuk dan ukuran joran boleh digunakan, tetapi joran yang dapat memberikan keuntungan secara tidak jujur akan didiskualifikasi. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghindari penggunaan joran yang tidak konvensional atau tidak semestinya digunakan.
b. Panjang tangkai joran (tip rod) minimum 101,60 cm (40 inches).
Panjang gagang joran (butt rod) maksimum 68,58 cm (27 inches).
Pengukuran harus dilakukan mulai dari titik dimana garis tengah dudukan reel bertemu dengan batang joran sampai ke ujung yang diukur. Pengukuran joran bergagang bengkok (curve butt) dilakukan secara lurus.
c. Ketentuan ukuran ini tidak berlaku bagi joran untuk mancing dari pantai (surf casting rod) yang memang mempunyai karakteristik tersendiri.


6. PENGGULUNG KENUR (Reel)
a. Penggulung kenur harus sesuai dan serasi dengan tujuan, etika, serta kelaziman mancing.
b. Penggulung dari jenis apapun yang digerakkan dengan daya listrik, motor, hidrolik, pegas, dan lain sebagainya yang bukan diputar dengan tangan, dilarang digunakan.
c. Penggulung yang menggunakan engkol bergigi pengunci (ratched handle), dan yang bisa diputar dengan dua tangan secara bersamaan dilarang digunakan.


7. KAIL DENGAN UMPAN ALAMI (Hooks for Bait)
a. Mancing dengan memakai umpan alami baik hidup maupun mati, hanya dibolehkan dengan menggunakan paling banyak dua buah kail tunggal yang tertanam atau dipasang secara mantap pada umpan.
b. Jarak antara dua mata kail tidak boleh lebih pendek dari panjang kail yang terpanjang. Pengecualian hanya apabila salah satu kail dimasukkan ke dalam mata kail lainnya. Jarak terjauh dua mata kail maksimum 45,72 cm (18 inches)

Gambar 5 (Legal)


 Gambar 6 (Legal)


Gambar 7 (Legal)


Gambar 8 (Tidak Legal)

c. Kail tidak diperkenankan menjulur keluar dari umpan dan atau dipasang sehingga dapat berayun bebas. Kail berujung ganda dua atau tiga dilarang digunakan. 


Gambar 9 (Legal)


Gambar 10 (Tidak Legal)

d. Suatu rangkaian yang terdiri dari dua kail tunggal dibenarkan untuk mancing ikan dasar (bottom fishing) jika kedua kail tersebut dipasang pada tali pandu atau simpul gantung (dropper) yang berbeda. Kedua kail harus tertanam mantap pada umpan dan mempunyai jarak yang cukup agar pada saat ikan terpancing oleh salah satu kail tidak sampai terkait oleh kail lainnya.

Gambar 11

e. Semua pengajuan untuk mendapatkan pengakuan rekor atas ikan yang dipancing dengan rangkaian dua kail harus dilengkapi dengan foto atau gambar / sketsa yang menunjukkan bagaimana kedua kail tersebut dirangkai.


8. KAIL DENGAN UMPAN TIRUAN (Hooks for Lures) 
a. Bila menggunakan umpan tiruan dari jenis yang berjumbai atau bisa berlenggok, misalnya cumi tiruan (konahead), jumlah kail yang boleh disambungkan ke kenur atau tali pandu maksimum 2 (dua) buah. Kail berujung banyak dilarang digunakan untuk jenis umpan semacam ini. Jarak antara kedua mata kail tidak boleh lebih pendek dari panjang kail yang terpanjang, kecuali jika salah satu kail dimasukkan ke dalam mata kail yang lain. Jarak terjauh antara dua mata kail maksimum 30,48 cm (12 inches). Kail yang di depan (leading hook) seluruhnya harus berada di dalam jumbai dan kail yang mengayun (trailing hook ) dilarang menjulur keluar lebih dari ukuran panjang kail itu sendiri. Apabila hanya menggunakan sebuah kail, sebagian atau seluruh kail harus berada di dalam jumbai. 

Gambar 12 (Legal)


Gambar 13 (Legal)


Gambar 14 (Tidak Legal)


 Gambar 15 (Tidak Legal)

b. Kail berujung ganda dua atau tiga, boleh digunakan jika terpasang pada umpan tiruan yang berbentuk kaku dan memang dirancang oleh pabrik pembuatnya khusus menggunakan kail semacam itu, misalnya pada umpan tiruan berbentuk ikan (minnows lure). Jumlah kail yang terpasang paling banyak tiga buah, boleh berupa kail tunggal, kail berujung ganda dua atau tiga, atau kombinasi diantara ketiganya, namun setiap kail harus bisa bergerak secara bebas.
c. Semua pengajuan untuk mendapatkan pengakuan rekor atas ikan yang dipancing menggunakan umpan tiruan harus disertai foto atau gambar/sketsa yang menunjukkan. dengan jelas jenis kail, jumlah kail, dan letak kail yang terpasang.
d. Pemasangan Kail pada Jig.
Umpan tiruan (Jig) pada umumnya terpasang kail yang diikat kan kekenur pembantu ikatan kail (Assist Hook), bahan kenur pengikat boleh terbuat dari Monofilament, Multifilament, Senar kawat (wire) dengan ketentuan yaitu :
- Panjang kenur pembantu ikatan kail, maksimal 1,5 Panjang kail
- Lengkungan kail (Bend) maksimal 101mm atau 4 inches
- Double dan Treble hook tidak boleh digunakan
- Lihat Gambar untuk contoh penggunaan


Gambar 16 


Gambar 17 


Gambar 18 


Gambar 19 

9. PERALATAN LAINNYA
a. Kursi Ajar (Fighting Chair)
Kursi ajar tidak boleh dilengkapi dengan alat penggerak mekanis yang dapat membantu mempermudah pemancing sewaktu mengajar ikan.

b. Penahan Joran (Gimbal)
Penahan joran, baik yang berada di kursi ajar maupun yang terpasang di sabuk ajar (rod belt), harus bisa bergerak secara bebas, termasuk bergerak secara vertikal. Semua jenis penahan joran yang dapat mengurangi perlawanan ikan atau memungkinkan pemancing dapat beristirahat selagi mengajar ikan dilarang digunakan.

c. Ganco dan Jaring Seser (Gaffs and Nets)
Hanya kait tunggal yang boleh digunakan sebagai ganco. Harpun atau tombak bertali dilarang digunakan. Panjang keseluruhan ganco dan jaring seser yang digunakan untuk mengangkat ikan ke kapal atau ke darat maksimum 2,44 meter (8 feet), tetapi untuk mancing di jembatan, dermaga, atau di tempat lain yang letaknya jauh dari permukaan air, ketentuan tentang ukuran panjang ganco dan jaring seser boleh tidak diberlakukan.

Ganco bergagang (fixed gaff) yang disambung dengan tali, atau ganco bertali (flying gaffi), panjang tali yang diijinkan maksimum 9,15 meter (30 feet). Pengukuran untuk panjang tali dari ganco lepas bertali dimulai dari tempat dimana tali diikatkan sampai keujung tali lainnya. Hanya panjang efektif yang diperhitungkan.


Gambar 20 (Legal)

Gambar 21 (Legal)

Gambar 22 (Legal)

d. Pelampung (Float)
Pelampung yang diijinkan adalah kumbul kecil yang hanya berfungsi untuk menetapkan posisi kedalaman umpan. Segala macam bentuk pelampung yang dapat mengurangi perlawanan ikan yang terpancing dilarang digunakan.

e. Jala / Jaring / Alat Penjerat (Entangling Device)
Semua alat yang dapat menjerat ikan, baik dengan maupun tanpa kail dilarang digunakan selama mancing. Termasuk dalam larangan ini adalah penggunaan untuk mencari ikan yang akan digunakan sebagai umpan (baiting).

f. Tiang Penghela (Outrigger), Bandul Penghela (Downrigger) dan Layang – Layang (Kite)
Tiang penghela, bandul penghela, dan layang-layang boleh digunakan asalkan hubungan tali utama dengan alat-alat tersebut dilakukan melalui alat penjepit yang bisa terlepas (snap/release clip). Tali ganda dan tali pandu tidak boleh dihubungkan dengan alat penjepit, baik secara langsung maupun melalui suatu alat lain lagi.

g. Tali Pengaman (Safety Line)
Tali pengaman boleh dihubungkan ke joran asalkan tidak berfungsi untuk membantu pemancing mengajar ikan.

D. KETENTUAN TENTANG CARA MANCING
1. Terhitung mulai saat umpan disambar ikan (strike), pemancing dengan tenaganya sendiri harus mengaitkan kail (hook up), mengajar ikan (fight), dan mengangkat ikan ke atas kapal atau darat, tanpa dibantu oleh orang lain kecuali yang diperbolehkan dalam ketentuan ini.
2. Apabila ikan menyambar umpan dari joran yang terletak di dudukan / penaruh joran (rod holder), secepatnya pemancing harus mengangkat joran tersebut dari penaruhnya. Maksud ketentuan ini adalah agar pemancing mengaitkan kail dengan joran yang sudah berada di tangan.
3. Dalam hal terjadi lebih dari satu sambaran pada umpan-umpan yang dipasang oleh seorang pemancing, hanya ikan yang pertama diajar oleh pemancing bersangkutan yang sah untuk diajukan sebagai rekor.
4. Pemancing yang menggunakan tali ganda harus mengikuti ketentuan bahwa waktu yang digunakan untuk mengajar ikan harus lebih banyak dihabiskan dengan menggunakan tali utama daripada dengan tali ganda.
5. Pelana ajar (harness) boleh dihubungkan dengan joran atau penggulung tali, tetapi tidak ke kursi ajar. Pemasangan pelana ajar boleh dibantu oleh orang lain.
6. Sabuk ajar (rod belt) atau penahan joran pada pinggang (waist gimbal) boleh digunakan.
7. Pada saat tali pandu telah menyentuh ujung joran atau sudah dapat dijangkau tangan, pemancing boleh dibantu orang lain dengan cara meraih, menahan, dan menarik tali pandu agar ikan yang terpancing dapat didekatkan ke kepal.
8. Ketentuan tentang peralatan dan cara mancing tetap berlaku hingga ikan hasil pancingan selesai ditimbang.


E. KEADAAN DAN PERBUATAN YANG MENGAKIBATKAN DISKUALIFIKASI IKAN HASIL PANCINGAN.
Salah satu atau lebih ketentuan dan perbuatan berikut ini akan menyebabkan terjadinya diskualifikasi ikan hasil pancingan :
1. Melanggar ketentuan tentang peralatan dan cara mancing yang sudah ditetapkan.
2. Pada saat umpan disambar ikan sampai ikan diangkat atau dilepas kembali, terdapat orang lain yang menyentuh joran, penggulung, tali, atau tali ganda, baik secara langsung maupun dengan suatu alat tertentu.
3. Mengajar ikan sambil membiarkan joran tetap berada di penaruhnya (rod holder),
4. Menarik ikan.dengan menggunakan tangan atau memasang tali lain pada tali utama atau tali pandu, dengan tujuan agar ikan mudah ditahan dan diangkat.
5. Menembak, menombak, atau melukai ikan yang sedang dipancing.
6. Merangsang (chumming) atau memakai umpan yang berasal dari daging, darah, atau bagian lain dari binatang mamalia.
7. Menggunakan kapal atau peralatan lain untuk menggiring ikan yang terpancing ke tempat dangkal sehingga mengurangi kemampuan perlawanan ikan.
8. Mengganti joran dan atau penggulung kenur selagi mengajar ikan.
9. Menyambung, melepas, atau menambah kenur selagi mengajar ikan.
10. Secara sengaja melakukan salah pancing, yaitu mengaitkan kail di luar mulut ikan.
11. Mancing ikan dengan keadaan tali ganda belum sampai melewati ujung joran.
12. Menggunakan umpan berupa ikan yang jenis dan atau ukurannya dilarang pemerintah.
13. Mengikatkan atau menempelkan kenur dan atau tali pandu ke badan kapal atau ke benda lain dengan maksud untuk menahan dan atau mengangkat ikan.
14. Bila ikan terlepas sebelum sempat diganco atau ditangkap jaring seser kemudian ditangkap dengan suatu cara tertentu yang bukan termasuk cara mancing menurut ketentuan.
15. Joran patah sewaktu mengajar ikan sehingga ukurannya tidak sesuai lagi dengan ketentuan atau sudah berubah dari karakteristik semula.
16. Ikan hasil pancingan cacat akibat gigitan ikan hiu atau ikan lainnya, binatang lain, terkena baling-baling, atau sebab-sebab lain apapun yang menyebabkan ikan cedera hingga tidak dapat melawan atau mati. Namun cedera yang disebabkan oleh kenur atau tali pandu, tergores, bekas luka lama, atau berubah bentuk karena regenerasi, tidak dianggap sebagai luka yang bisa mengakibatkan diskualifikasi. Luka-luka pada ikan harus ditunjukkan dalam foto disertai penjelasan lengkap tersendiri sewaktu diajukan untuk rekor.
17. Seekor ikan terpancing atau terbelit oleh lebih dari satu tali pancing.
18. Ikan yang sah adalah ikan yang meyambar umpan,dan hook up secara sempurna,ikan yang terkait kail secara sengaja maupun tidak disengaja selain di bagian mulut dinyatakan tidak sah.

Tata Cara Dan Piranti Mancing - Ketentuan Tentang Peralatan Dan Cara Mancing Formasi

9/11/2013
thumbnail

Posted by balancedtackle on 2/12/2013


Ikan hasil pancingan yang dapat diusulkan untuk menjadi Rekor Nusantara ialah ikan yang dipancing dengan menggunakan cara dan peralatan sebagaimana telah diatur dalam Ketentuan Tentang Peralatan dan Tata Cara Mancing yang diterbitkan Formasi selanjutnya disebut dengan : Ketentuan.
Selain itu. tempat atau lokasi ikan dipancing juga harus memenuhi persyaratan berikut :

a. Berada dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia
b. Merupakan perairan bebas yang menjadi tempat hidup ikan secara alami
c. Bukan kolam budidaya, kolam penampungan, kolam pemancingan, kolam penangkaran, suaka alam
perairan, dan tempat apa pun yang tidak lazim atau dilarang undang-undang

Catatan rekor yang sudah dilakukan oleh Formasi adalah untuk ikan air laut kategori Kelas Kenur dan Kelas Bebas serta catatan Klub Ratio dan Klub Bobot. Rekor untuk kategori Pancing Cambuk (Flyfishing) belum diselenggarakan dan demikian juga untuk penentuan spesies dan catatan rekor ikan air tawar, belum selesai disusun. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan bagi pemancing ikan air tawar untuk mengirimkan klaimnya.

1. Catatan rekor dilakukan terhadap semua spesies ikan tanpa pembatasan, selama dipancing sesuai dengan
Ketentuan yang telah ditetapkan
2. Ukuran kenur boleh dipakai dari kelas kenur yang mana saja, selama tidak melebihi kelas kenur 60 kg (130 lbs)
3. Bila spesies ikan yang diajukan belum pernah tercatat rekornya, ikan yang diajukan harus memenuhi kriteria :
  a. Sudah dikenali spesiesnya dan memiliki nama latin / ilmiah.
  b. Secara umum ikan tersebut bisa dipancing menggunakan joran dan penggulung kenur di tempat dimana    ikan yang klaimnya diperoleh
  c. Spesies ikan harus bisa dikenali dari foto-foto dan dokumen lain yang dilampirkan bersama formulir  pengajuan
 d. Bobot ikan harus Pantas, yaitu suatu bobot yang kira-kira berada di sekitar setengah bobot maksimal yang mungkin dicapai oleh spesies ikan tersebut atau berdasarkan ketentuan Formasi yang mengatur Berat Minimal Ikan Klaim Untuk Rekor
  e. Rekor terberat suatu spesies ikan yang tercatat pada kategori kelas kenur boleh sekaligus diajukan sebagai rekor bebas

B. Rekor Nusantara Kelas Kenur
Pembagian Kelas Kenur, Rekor dicatat untuk 11 Kelas Kenur yaitu :
1. Kelas Kenur    1 Kg    (2,20 lbs = 2 lbs)
2. Kelas Kenur    2 Kg    (4.40 lbs = 4 lbs)
3. Kelas Kenur    3 Kg    (6,60 lbs = 6 lbs)
4. Kelas Kenur    4 Kg    (8,1 lbs = 8 lbs)
5. Kelas Kenur    6 Kg    (13,22 lbs = 13 lbs)
6. Kelas Kenur     8 Kg   (17,63 lbs = 16 lbs)
7. Kelas Kenur   10 Kg    (22,04 lbs = 20 lbs)
8. Kelas Kenur   15 Kg    (33,06 lbs = 30 lbs)
9. Kelas Kenur   24 Kg    (52,91 lbs = 50 lbs)
10. Kelas Kenur 37 Kg    (81,57 lbs = 80 lbs)
11. Kelas Kenur 60 Kg    (132,37 lbs = 130 lbs) 


TABEL SPESIES IKAN DAN BATASAN KELAS KENUR
No

Nama
Indonesia / Daerah
Nama
Inggris / Ilmiah
Kelas Kenur Maksimum
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Albakor / Tongkol
Bandeng Cecurut / Bandeng Curut
Barakuda / Alu-alu
Bonito / Tongkol; Awan
Bulan-Bulan / Seleh; Balehebo
Cakalang / Wandang; Kausa
Gabus laut / Mondoh;Tomantasi
Hiu Macan / Cucut Bekem
Hiu Mako / Cucut; Gorango
Hiu Martil / Cucut Ronggeng
Hiu Rubah / Hiu Tikus
Kurau / Kuro; Senangin
Kuwe batu / Bangaya
Kuwe Gerong / Bobara
Kuwe Mata Besar / Selar; Putihan
Kuwe Rambut / Rombeh
Kuwe Sirip Biru / Langoan Ijo
Layaran / Klayar;Larajeng
Lemadang / Maladang
Lima jari / Talang - Talang
Marlin biru / Setuhuk Biru
Marlin hitam / Setuhuk Hitam
Marlin loreng / Setuhuk Loreng
Permit / Lowang; Borung
Sunglir / Sulir; Salem
Tenggiri / Calong; Langung
Todak / Ikan pedang; Barragas
Tongkol / Kotal; Lomo
Tumbuk / Penumbuk
Tuna abu-abu / Madidiang
Tuna gigi anjing / Opu
Tuna mata besar
Tuna sirip biru / Tatihu
Tuna sirip kuning / Madidihan
Wahu / Tenggiri Jantan; Peto

Albacore / Thunnus alalunga
Bonefish / Albula spp
Great barracuda / Shpyraena barracuda
Pasific Bonito / Sarda spp
Tarpon  / Megalops cyprinoides
Skipjack tuna / Katsuwonus pelamis
Cobia  / Rachycentron canadum
Tiger shark / Galeocerdo cuvieri
Mako shark / Isurus spp
Hammerhead shark / Sphyrna spp
Thresher shark / Alopias spp
King threadfin  / Polynemus sherdiani
Greater amberjack / Seriola dumerili
Giant trevally / Caranx ignobilis
Big eye trevally / Caranx sexfasciatus
African pompano / Alectis spp
Bluefin trevally / Caranx melampygus
Pasific sailfish / Istiophorus platyperus
Dolphinfish / Coryphaena hippurus
Queenfish / Scomberiodes spp
Blue marlin / Makaira nigricans
Black marlin / Makaira indica
Striped marlin / Tetrapturus audax
Permit / Trachinotus falcatus
Rainbow runner / Elagatis bipinnulata
Mackerel  / Scomberomorus commerson Swordfish / Xiphias gladius
Little tunny & Kawakawa / Euthynnus spp
Spearfish / Tetrapturus spp
Longtail tuna / Thunnus tonggol
Dogtooth tuna / Gymnosarda unicolor
Big eye tuna / Thunnus obesus
Southern bluefin tuna / Thunnus maccoyi
Yellowfin tuna / Thunnus albacares
Wahoo / Acanthocybium solandri
80 lbs (37 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
30 lbs (15 kg)
50 lbs (24 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
80 lbs (37 kg)
50 lbs (24 kg)
50 lbs (24 kg)
30 lbs (15 kg)
130 lbs (60 kg)
80 lbs (37 kg)
30 lbs (15 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
50 lbs (24 kg)
50 lbs (24 kg)
80 lbs (37 kg)
130 lbs (60 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
80 lbs (37 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
C . Spesies Ikan
1. Spesies ikan air laut yang dicatat rekornya terdiri dari 35 spesies seperti yang tercantum pada TABEL SPESIES IKAN DAN BATASAN KELAS KENUR (Bisa berubah dikemudian hari).
2. Spesies ikan kebanyakan mempunyai nama daerah yang berbeda untuk satu spesies ikan dan tidak semua nama ikan didaerah dapat dituliskan. Nama yang tercantum dalam tabel adalah nama dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Inggris, dan nama ilmiah dalam Bahasa Latin
3. Angka dalam kurung adalah kelas kenur terbesar yang bisa dicatat rekornya untuk spesies ikan tersebut.

D. Identifikasi Spesies Ikan 
1. Pemancing harus melampirkan foto ikan agar dapat diindentifikasi spesiesnya secara pasti. Kirim beberapa foto ikan dari berbagai arah atau posisi apabila jenis ikannya meragukan. Jelaskan ciri-ciri ikan yang dapat memperkuat identifikasi terhadap foto ikan tersebut
2. Apabila jenis ikan sama sekali tidak diketahui, hubungi ahli perikanan (ichthyologist) atau ahli biologi untuk memastikannya serta di tanda tangani oleh ahli yang memeriksa pada kolom yang tersedia di dalam formulir Pengajuan Rekor
3. Apabila di sekitar tempat pemancing tidak terdapat ahli yang dapat mengidentifikasi, ikan harus dibekukan dalam keadaan utuh sampai bisa didatangkan ahli yang dapat memastikannya, terkecuali Formasi telah menyatakan ikan tidak perlu disimpan lebih lama lagi
4. Pemancing yang tidak mampu memberi bukti identifikasi yang meyakinkan, sementara spesies ikan juga tidak dapat diidentifikasi melalui foto yang dikirimkan, akan mengakibatkan gugurnya klaim.

E . Saksi-Saksi 
1. Untuk memperkuat keyakinan Formasi bahwa setiap keadaan telah berlangsung sesuai dengan pernyataan pemancing, setiap klaim rekor harus disertai pernyataan sejumlah saksi, yaitu berupa pernyataan identitas dan tanda tangan.
2. Saksi-saksi yang harus disertakan pernyataannya didalam formulir Pengajuan Rekor adalah :
a. Kapten kapal, kru kapal dan orang lain yang ikut dikapal (apabila memakai kapal) atau orang lain yang ikut menyaksikan proses pemancingan (tanpa kapal)
b. Juru timbang
c. Orang lain yang ikut melihat proses penimbangan, namun bukan pemancing, kapten, maupun juru timbang
d. Ahli perikanan atau biologi (apabila identitas ikan meragukan).
3. Saksi harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang ketentuan mancing prestasi dan procedure klaim rekor yang berlaku
4. Saksi bertanggung jawab terhadap semua pernyatannya dan wajib memberi keterangan yang sebenarnya apabila dihubungi Formasi

F. Batasan Bobot Ikan
Bobot ikan hasil pancingan yang dapat diajukan sebagai rekor diatur dalam pembatasan-pembatasan :
1. Untuk rekor yang masih kosong bobot ikan minimal 0,453 Kg (1 lbs)
2. Untuk pemecahan rekor baru :
a. Bila bobot ikan rekor lama kurang dari 11,33 Kg (25 lbs), bobot ikan rekor baru minimal lebih berat
56,69 gr (2 ounces).
b. Bila bobot ikan rekor lama lebih dari 11,33 kg (25 lbs), bobot ikan rekor baru minimal lebih berat 0,5
% dari bobot ikan rekor terdahulu
c. Contoh : 
- Rekor nusantara spesies kuwe sirip biru kelas kenur 3 kg tercatat 2,1 kg, karena bobotnya kurang dari 11,33 kg, klaim rekor baru minimal seberat 2,1 kg + 56,69 gr = 2,17 kg
- Rekor nusantara jenis tenggiri kelas 50 kg tercatat 24 kg, berarti klaim rekor baru minimal seberat 100,5 % X 24 kg =24,12 kg
3. Apabila dalam waktu bersamaan terjadi lebih dari satu klaim terhadap rekor yang sama, ikan yang ditangkap pada tanggal yang lebih awal akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Apabila semua persyaratan klaim terpenuhi, klairn tersebut akan diakui sebagai rekor baru. Setelah itu klaim berikutnya akan diproses dan dapat menghasilkan keputusan dengan alternative sbb :
a. Bobot ikan kedua lebih berat dari bobot ikan ikan pertama dan memenuhi ketentuan nomer 2 diatas, klaimnya akan diakui sebagai rekor baru menggantikan rekor pertama
b. Bobot ikan sama beratnya atau lebih berat sedikit saja sehingga tidak dapat memenuhi ketentuan nomer 2, diatas, klaim kedua juga diakui sebagai rekor bersama-sama dengan rekor pertama. Posisi kedua pemancing pemegang rekor dikelas kenur tsb adalah seri (draw/tie)
c. Bobot ikan klaim kedua lebih ringan, klaim di tolak
4. Bobot ikan yang hanya berdasarkan tafsiran, klaim ditolak.
Demikian juga perbedaan berat yang diakibatkan konversi dari ukuran Kilogram (metric) ke ukuran lbs atau sebaliknya. Formasi memakai dasar ukuran Kilogram sewaktu menilai klaim rekor.

G. Batasan Waktu Pengajuan Klaim 
Batas waktu pengajuan klaim Rekor Nusantara adalah 2 (dua) bulan terhitung dari tanggal saat ikan dipancing sampai tanggal formulir klaim dikirim yaitu berdasarkan tanggal cap pos atau tanda terima dari petugas sekretariat Formasi.

Formulir Klaim
1. FORMULIR USULAN REKOR NUSANTARA adalah satu-satunya bentuk formulir yang sah diakui Formasi. Formulir ini dapat diminta dari sekretariat atau didapat dari majalah, buletin dan edaran-edaran Formasi. 
2. Formulir boleh diperbanyak dan difotocopy.

H. Peraturan Tentang Penimbangan
1. Alat timbang (timbangan) harus dari jenis yang lazim dengan satuan skala yang jelas. Bila pada timbangan terdapat dua satuan skala, misal ukuran lbs dan Kilogram dan bobot ikan ternayata berada diantara kedua angka satuan skala, pembulatan harus diambil keangka satuan skala yang lebih rendah
2. Alat timbang harus sudah ditera dan rnasa teranya masih berlaku saat dipakai. Peneraan diakui bila dilakukan oleh jawatan Meterologi, IGFA atau oleh instansi resrni lain yang diakui pemerintah
3. Masa berlaku peneraan alat timbang tidak boleh lebih dari 12 bulan
4. Penimbangan harus dilakukan di Tempat Pelelangan ikan (TPI) atau ditempat penimbangan khusus oleh petugas juru timbang yang resrni, salah satu anggota Formasi, salah satu anggota IGFA. atau seseorang yang berkompetenn untuk tugas tersebut
5. Apabila pemancingan dilakukan didaerah terpencil yang tidak memiliki alat timbang resmi, pemancing boleh rnemakai alat timbang milik nya sendiri dan sudah ditera dengan masa tera yang masih berlaku dan segera sekembalinya dari perjalanan mancing, alat timbang yang dipakai ditera ulang sekali lagi Semua bukti tera baik sebelum maupun sesudah dipakai harus dilampirkan bersama formulir klaim rekor
6. Seluruh bagian tubuh ikan harus ditimbang didarat, tanpa diperbolehkan ada sebagian tubuh ikan masih di air
7. Tali penggantung ikan dan atau peralatan lain yang ikut tertimbang harus diperhitungkan bobotnya dengan cara ditimbang tersendiri. Hasilnya kemudian wajib dipakai untuk mengurangi hasil berat ikan yang ditimbang 8. Joran, penggulung kenur, umpan atau rangkaan kail yang dipakai untuk memancing barus ditunjukkan kepada Juru Tirnbang dan Saksi Penimbangan pada saat ikan ditimbang
9. Para saksi yang menyaksikan ikan sewaktu ditirnbang harus berasal dari orang-orang yang tidak mempunyai kepentingan apapun, baik langsung ataupun tidak, dengan terjadinya suatu rekor mancing
10. Hasil timbangan tidak boleh ada yang hanya berdasarkan perkiraan belaka. Bobot yang diakui ialah berdasarkan ukuran gradasi yang terdapat pada skala timbangan yang dipergunakan. Bila petunjuk berat berada diantara 2 angka skala, harus dibulatkan ke angka yang lebih rendah.
11. Apabila hasil penunjukan berat suatu alat timbang dianggap meragukan, Sebelum klaim rekor diputuskan, Formasi berhak meminta kepada pemancing agar alat timbang yang dipakai untuk menimbang ikan yang diklaim rekornya tersebut dilakukan peneraan ulang sekali lagi


DAFTAR SPESIES IKAN DAN MINIMAL BERAT UNTUK KLAIM REKOR
No
Spesies Ikan Yang Dicatat Rekornya
Berat Minimum
Pencatatan Rekor
Nama
Indonesia
Nama
Inggris / Ilmiah
Kelas Kenur
Kelas Bebas
Maksimum Kelas Kenur
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Albakor / Tongkol
Bandeng Curut
Barakuda / Alu-alu
Bonito / Tongkol; Awan
Bulan-Bulan / Seleh; Balehebo
Cakalang / Wandang; Kausa
Gabus laut / Mondoh
Hiu Macan / Cucut Bekem
Hiu Mako / Cucut; Gorango
Hiu Martil / Cucut Ronggeng
Hiu Rubah / Hiu Tikus
Kurau / Kuro; Senangin
Kuwe batu / Bangaya
Kuwe Gerong / Bobara
Kuwe Mata Besar
Kuwe Rambut / Rombeh
Kuwe Sirip Biru / Langoan Ijo
Layaran / Klayar;Larajeng
Lemadang / Maladang
Lima jari / Talang - Talang
Marlin biru
Marlin hitam
Marlin loreng
Permit / Lowang; Borung
Sunglir / Sulir; Salem           
Tenggiri / Calong; Langung      
Todak / Ikan pedang
Tongkol / Kotal; Lomo
Tumbuk / Penumbuk
Tuna abu-abu / Madidiang
Tuna gigi anjing / Opu
Tuna mata besar
Tuna sirip biru / Tatihu
Tuna sirip kuning / Madidihan
Wahu / Tenggiri Jantan; Peto
Albacore / Thunnus alalunga
Bonefish / Albula spp
Great barracuda / Shpyraena barracuda
Pasific Bonito / Sarda spp
Tarlb  / Megalops cyprinoides
Skipjack tuna / Katsuwonus pelamis
Cobia  / Rachycentron canadum
Tiger shark / Galeocerdo cuvieri
Mako shark / Isurus spp
Hammerhead shark / Sphyrna spp
Thresher shark / Alopias spp
King threadfin  / Polynemus sherdiani
Greater amberjack / Seriola dumerili
Giant trevally / Caranx ignobilis
Big eye trevally / Caranx sexfasciatus
African pompano / Alectis spp
Bluefin trevally / Caranx melampygus
Pasific sailfish / Istiophorus platyperus
Dolphinfish / Coryphaena hippurus
Queenfish / Scomberiodes spp
Blue marlin / Makaira nigricans
Black marlin / Makaira indica                
Striped marlin / Tetrapturus audax
Permit / Trachinotus falcatus
Rainbow runner / Elagatis bipinnulata        
Mackerel / Scomberomoruscommerson Swordfish / Xiphias gladius
Little tunny & Kawakawa / Euthynnus spp
Spearfish / Tetrapturus spp
Longtail tuna / Thunnus tonggol
Dogtooth tuna / Gymnosarda unicolor
Big eye tuna / Thunnus obesus
Southern bluefin tuna / Thunnus maccoyi    
Yellowfin tuna / Thunnus albacares
Wahoo / Acanthocybium solandri
5 kg
2 kg
5 kg
2 kg
5 kg
2 kg
5 kg
10 kg
10 kg
10 kg
10 kg
2 kg
5 kg
5 kg
2 kg
2 kg
2 kg
10 kg
5 kg
2 kg
10 kg
10 kg
10 kg
2 kg
2 kg
5 kg
10 kg
2 kg
5 kg
5 kg
5 kg
10 kg
10 kg
10 kg
5 kg
20 kg
4 kg
20 kg
4 kg
10 kg
4 kg
20 kg
50 kg
50 kg
30 kg
30 kg
4 kg
20 kg
20 kg
5 kg
5 kg
5 kg
30 kg
20 kg
5 kg
50 kg
50 kg
30 kg
5 kg
5 kg
20 kg
50 kg
5 kg
20 kg
10 kg
20 kg
30 kg
30 kg
30 kg
20 kg
80 lbs (37 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
30 lbs (15 kg)
50 lbs (24 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
80 lbs (37 kg)
50 lbs (24 kg)
50 lbs (24 kg)
30 lbs (15 kg)
130 lbs (60 kg)
80 lbs (37 kg)
30 lbs (15 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
50 lbs (24 kg)
50 lbs (24 kg)
80 lbs (37 kg)
130 lbs (60 kg)
30 lbs (15 kg)
80 lbs (37 kg)
80 lbs (37 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
130 lbs (60 kg)
Keterangan.
- Hingga tahun 1996, ada 35 spesies ikan yang dicatat rekornya untuk kategori kelas kenur, Jumlah tersebut dapat diadakan perubahan dikemudian hari tergantung dari kwalitas dan kwantitas ikan yang masuk dalam daftar Rekor Nusantara dan keputusan Formasi yang mempertimbangkan usulan dari anggotanya
 - Untuk kategori kelas bebas, spesies ikan yang dapat diklaim rekornya bukan hanya 35 spesies ikan yang tercantum dalam daftar diatas, melainkan terbuka bagi semua spesies ikan yang dapat diperoleh disemua perairan Indonesia dengan cara mancing sesuai ketentuan Formasi, namun dengan syarat spesies tersebut memang memiliki bobot yang cukup memadai
- Pada daftar tercantum berat minimal ikan yang dapat diklaim rekornya dari kategori kelas kenur dan kategori kelas bebas. Batasan berat yang tercantum pada kategori kelas kenur dibuat sebagai pedoman pemancing yang menggunakan kenur kelas kecil (dibawah 6 kg), untuk kelas kenur yang lebih besar diharapkan klaim awal hanya dilakukan terhadap ikan yang beratnya kurang lebih setengah bobot maksimal yang mungkin dapat dicapai oleh spesies ikan tersebut.

I. Pengajuan Klaim Rekor
Pengajuan klaim Rekor Nusantara wajib menggunakan formulir baku, melampirkan foto, dokumen dan benda lain yang disyaratkan sbb :
a. Formulir
Formulir USULAN REKOR MANCING NUSANTARA diisi lengkap dan tanpa ada bagian yang kosong. Tulis NIHIL bila ada yang tidak perlu dijawab. Pengisian dilakukan oleh pemancing sendiri dengan tulisan tangan menggunakan huruf cetak yang jelas terbaca dengan tandatangan diatas Materai Rp.6000. Formasi tidak mengharuskan penanda tanganan dilakukan di depan notaris seperti yang diwajibkan oleh IGFA

b. Foto - Gunakan foto berwarna untuk identifikasi spesies ikan mudah dilakukan 
- Usahakan foto diambil dengan pencahayaan sinar matahari
- Foto harus memperlihatkan pemancing dan ikan secara utuh serta joran dan penggulung kenur yang digunakan, dan umpan (bila menggunakan umpan tiruan), hasil angka timbangan dan angka pengukuran ikan harus kelihatan jelas
- Khusus untuk ikan Hiu, harus ditambah dengan foto gigi, kepala, dan punggung. Foto harus diambil dari atas dan samping agar sirip punggungnya terlihat jelas.
- Jenis ikan berparuh (Billfish), sertakan dengan jelas foto ekor, sirip dan paruh
- Ikan sebaiknya difoto dengan cara digantung, seluruh badan bagian ikan harus tampak jelas tanpa ada halangan.

c. Contoh Kenur
- Contoh ujung kenur yang harus dikirim adalah kenur utama sepanjang 16 m, tali pandu, tali ganda (bila digunakan). Semua harus berhubungan seperti saat digunakan (tidak sebagian-sebagian)
- Pemotongan dilakukan mulai dari bagian yang disambungkan (diikatkan) ke kail atau umpan tiruan hingga mencapai panjang yang ditentukan, Pengiriman kenur disertakan dengan nama pemancing dan ukuran kenur sesuai label kenur, Contoh kenur akan diuji untuk mengetahui kekuatan sebenarnya, bila kekuatan kenur lebih dari yang seharusnya, klaim rekor otomatis akan dinaikkan ke kelas kenur yang lebih tinggi. Namun apabila pengujian menunjukan hasil yang lebih rendah, klaim rekor tidak akan diturunkan ke kelas kenur yang lebih rendah. Kenur yang kekuatannya melebihi 60 kg (130 lbs) akan didiskualifikasi.

d. Dokumen Lain Dokumen pelengkap yang harus disertakan dengan formulir ialah :
1. Fotokopi surat tera alat timbang
2. Sketsa rangkaian kail sampai ke Umpan
3. Fotokopy KTP pemancing, kapten kapal, kru kapal dan saksi~saksi
4. Pemancing boleh mengirimkan data lain berbentuk apa pun yang dianggap akan menunjang klaim yang diajukan.

Untuk menghindari kesalahan, dianjurkan pemancing sendiri yang menyiapkan dan mengemas semua persyaratan yang diminta dan mengirimkan pengajuan klaim rekor melalui pos tercatat, kurir, atau diantar sendiri ke alamat Sekretariat FORMASl. Apabila data yang diisi pada formulir klaim dan atau lampirannya ternyata kurang lengkap. FORMASI akan mengirimkannya kembali kepada pemancing yang mengajukan klaim untuk diperbaiki. Pemancing harus segera melengkapi kekurangan tersebut dan mengirimkannya kembali sebelum masa berlaku klaim rekor berakhir (2 bulan).

J. Pengumuman Rekor Nusantara
Evaluasi Rekor Nusantara dilakukan oleh Formasi pada setiap bulan dan hasilnya diumumkan melalui majalah-majalah mancing dan buletin Formasi. Catatan lengkap rekor sampai akhir tahun berjalan akan dimuat dalam Buku Daftar Rekor Nusantara yang terbit setiap tahun dan diberika secara cuma-cuma kepada setiap anggota Formasi. Pemancing yang klaim rekornya mendapat pengakuan akan mendapat Sertifikat.
Rekor yang sudah mendapat pengakuan dari Formasi boleh digunakan oleh pihak lain yang dapat membuktikan bahwa rekor itu didapatkan secara tidak sah. Apabila penyelidikan Formasi membenarkan kejadian tersebut, rekor yang sudah terlanjur dicatat akan dicabut kembali dan status pemegang rekor dikembalikan kepada pemegang rekor semula.
2/12/2013